Terorisme Kembali Mencuat, Umat Harus Waspada!



Terorisme Kembali Mencuat, Umat Harus Waspada!

Isu terorisme mencuat lagi. Isu ini muncul ke permukaan sejak media memberitakan upaya penggerebekan kelompok bersenjata yang tengah mengadakan latihan militer di Pegunungan Jalin, Jantho, Aceh Besar, yang diduga berlangsung sejak September tahun lalu. Penggerebekan dilakukan pada Senin malam, 22 Februari 2010 lalu, hingga akhirnya pecah kontak tembak pada Kamis. Korban pun berjatuhan di pihak polisi dan Kelompok Jalin. Masyarakat sipil juga menjadi korban dalam peristiwa ini (Acehkita.com,8/3). 

Kepolisian segera menyebut Kelompok Jalin ini sebagai teroris yang tergabung dalam jaringan Jamaah Islamiyah. Menurut pihak Kepolisian, ditemukan beberapa barang dengan simbol-simbol Islam (misal: buku-buku Islam, atribut pakaian koko, dsb) yang diduga milik kelompok tersebut, dan beberapa orang dari luar Aceh yang terlibat juga tertangkap. 

Media juga dengan mudah menghakimi bahwa ini adalah kelompok teroris. Media seolah menemukan kembali saat yang tepat untuk kembali membuat narasi (cerita) agar isu terorisme bisa diterima oleh masyarakat dan menjadi payung moral bagi setiap langkah penanganan oleh pihak Kepolisian. 

Para pengamat pun tidak mau ketinggalan; ikut menabuh genderang dengan ‘analisis’ yang tak jarang sangat prematur—hanya berdasarkan sangkaan semata. Mereka lalu bersepakat bahwa kelompok ini terkait dengan jaringan Jamaah Islamiyah bahkan al-Qaidah, kemudian menyebutkan tentang adanya potensi ancaman atas keamanan Indonesia, bahkan di wilayah Selat Malaka. 

Dugaan Rekayasa 

Tentu bagi masyarakat Aceh istilah teroris adalah ganjil, karena dalam kamus sejarah Aceh tidak pernah dikenal istilah tersebut. Karena itu, kasus ini melahirkan tanda tanya masyarakat. Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Pase, melalui jurubicaranya Dedi Syafrizal, dalam jumpa pers di kantor Partai Aceh Lhokseumawe (1/3), menilai bahwa pemberitaan adanya gerakan terorisme di Aceh merupakan isu murahan. Isu terorisme di Provinsi Aceh ini bahkan dinilai tidak rasional. Berita bahwa ada gerakan teroris di Aceh sangat tidak berdasar.

Ini diduga hanya sebuah rekayasa oleh oknum tertentu untuk kepentingan kelompok maupun pribadi. Kondisi itu seperti sudah direncanakan, bukan terjadi dengan tiba-tiba. “Kami mengklaim tidak ada gerakan teroris di Aceh umumnya dan Aceh Utara khususnya. Apalagi ada informasi sudah berada di Aceh sejak tahun 2005. Ini sangat tidak dapat diterima oleh akal sehat. Kami menilai ini hanya kerjaan orang-orang yang tidak menginginkan Aceh tetap damai,” kata Syafrizal. 

Sebagaimana diketahui, jika dikaitkan dengan jaringan Jamaah Islamiah, jaringan ini biasa menjadikan pihak asing sebagai target mereka. Padahal saat ini orang asing yang berada di Aceh sangat sedikit. Itu pun sedang dalam misi kemanusiaan. Dari sejumlah deretan peristiwa setelah perdamaian, ada sejumlah anggota KPA yang menjadi korban, termasuk dalam penggerebekan yang dikabarkan sebagai tempat latihan terorisme di Aceh Besar. 

Sudarwis, salah seorang anggota DPRK Lhokseumawe dari Partai Aceh, mengatakan hal yang sama. Isu adanya kegiatan teroris di Aceh adalah rekayasa. Ini dikhawatirkan akan berdampak pada proses damai Aceh yang saat ini mulai berjalan. Sejauh ini, pihak KPA punya jaringan mulai dari tingkat pemerintahan hingga pedesaan. Jadi, menurutnya, tidak mungkin ada aksi lain yang tidak terpantau oleh mereka. Apalagi budaya dan adat Aceh sejak dulu tidak pernah menantang atau mempersoalkan pemeluk agama lain (Rakyataceh.com, 2/3). 

Anggota Komisi VIII DPR-RI Sayed Fuad Zakaria juga mempertanyakan sejauh mana dugaan adanya keberadaan jaringan teroris di Aceh dan mengapa baru sekarang diketahui. Mantan Ketua DPRA ini menambahkan, di daerah Aceh yang merupakan paling ujung Sumatera ini tidak pernah terdengar adanya kelompok jaringan Jamaah Islamiyah yang selama ini dicap sebagai kelompok teroris (Rakyataceh.com, 2/3). 

Belum juga kontroversi penggerebekan teroris di Aceh mereda, Selasa (9/3) lalu, pihak Kepolisian (Densus 88) tiba-tiba kembali melakukan penggerebekan, tepatnya di Warnet Multiplus, Pamulang, Tangerang. Dalam penggerebekan itu, Densus 88 berhasil menewaskan 3 orang teroris, satu di antaranya—meski masih simpang siur hingga tulisan ini dibuat—diduga Dulmatin yang merupakan gembong teroris yang dicari-cari oleh Pemerintah Amerika Serikat. 

Terkait dengan itu, menurut Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Irwandi Yusuf, penggerebekan teroris di Pamulang, Tangerang, berkaitan erat dengan penggerebekan teroris di Aceh. “Ada kaitan. Dari yang tertangkap, ada yang berasal dari Pamulang. Tapi soal kaitannya biar Polri yang menjelaskan,” katanya dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (9/3). 

Menurut Irwandi, para teroris itu masuk ke Aceh dengan memakai isu Islam dan syariah (Inilah.com, 9/3). Ia juga memenambahkan, para teroris ini ingin menjadikan Aceh sebagai basis teroris Asia Tenggara. Mereka berpikir bisa beroperasi di Aceh karena mayoritas Muslim dan pernah punya GAM. “Tapi sangkaan mereka salah. Masyarakat Aceh tidak seperti itu,” katanya (Detik.com, 9/3). 

Keterkaitan teroris Aceh dengan Kelompok Pamulang juga dikuatkan oleh Kepala Densus 88 Antiteror Polri Brigjen (Pol) Tito Karnavian. “Teroris di Pamulang adalah otak pelaku yang mengirimkan orang-orang ke Aceh. Iya, dia biang keroknya yang kirim orang ke Aceh. Itu nama besar,” ucap Tito melalui pesan singkatnya, Selasa (Inilah.com, 9/3). 

Terkesan Dipaksakan 

Selain janggal, isu terorisme kali ini terkesan dipaksakan. Pasalnya, isu ini muncul saat antiklimaks kasus skandal Bank Century yang dibawa ke Sidang Paripurna DPR dan menghasilkan keputusan melalui voting ‘Opsi C’ (bahwa bailout Century bermasalah). Isu ini juga muncul menjelang kedatangan Obama ke Indonesia. Dengan isu ini, Pemerintah seolah ingin menunjukkan kembali kepada pihak AS mengenai perhatian dan komitmennya terhadap kasus-kasus terorisme. 

Selain itu, proyek kontra-terorisme memang merupakan salah satu prioritas dalam 100 hari program kerja Pemerintahan SBY. Dalam 100 hari itu diharapkan bisa dirumuskan ‘cetak biru’ penanganan terorisme, yang pelaksanaannya tentu membutuhkan waktu lebih dari 100 hari. Bahkan inilah salah satu inti dari pertemuan National Summit di Jakarta pada 29-31 Oktober 2009 lalu. 

Karena itu, saat memimpin rapat terbatas bidang politik, hukum dan keamanan (Polhukam), SBY antara lain mengingatkan bahwa pemberantasan terorisme tetap menjadi agenda dalam penegakan hukum dan HAM (Detik.com, 5/3). 

Lebih dari itu, komitmen pada isu terorisme ini juga menjadi kesepakatan dan pembicaraan antara Obama dan SBY saat pertemuan terbatas di Singapura. Saat kunjungan Obama ke Indonesia pertengahan Maret ini pun, hal ini akan kembali menjadi inti dan komitmen Indonesia-AS. 

Umat Harus Waspada! 

Umat Islam di Indonesia tentu harus memahami sekaligus mewaspadai mencuatnya kembali isu terorisme ini karena beberapa hal berikut: Pertama, terorisme hakikatnya adalah isu yang dijadikan proyek global AS yang bersifat jangka panjang setelah Peristiwa Peledakan WTC 9/11/2001. Proyek terorisme ini digunakan AS sebagai strategi untuk terus menjajah negeri-negeri kaum Muslim, termasuk Indonesia, semata-mata demi kepentingan AS dan Kapitalisme globalnya. Ini dilakukan dengan bantuan dan kesetiaan para penguasa negeri kaum Muslim yang berkhianat kepada Allah SWT, Rasul saw. dan umat Islam. Padahal Allah SWT telah berfirman: 

]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ[ 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil musuh-Ku dan musuh kalian sebagai teman-teman setia (QS al-Mumtahanah [60]: 1). 

Kedua, bagi AS isu terorisme di Dunia Islam, khususnya di Indonesia, terbukti mampu menciptakan keterbelahan umat Islam. Umat Islam diadu domba dengan sejumlah pengelompokan: moderat-radikal; liberal-fundamentalis; dsb. Keterpecahbelahan ini jelas secara langsung melemahkan umat Islam. Karena itu, umat Islam tentu harus waspada, karena Allah SWT telah berfirman: 

]وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا[ 

Berpegang teguhlah kalian semuanya pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai (QS Ali ‘Imran [3]: 103). 

Ketiga, isu terorisme akan terus diusung dan menjadi perhatian penguasa negeri ini (yang terjebak dalam proyek global AS) sampai seluruh komponen Islam yang dianggap mengancam agenda sekularisasi dan liberalisasi betul-betul bisa dibungkam. 

Keempat, isu terorisme ini juga bisa dijadikan alasan oleh Indonesia untuk meminta kembali kerjasama militer dengan AS karena Indonesia dianggap telah serius memberantas terorisme. Padahal Allah SWT telah berfirman: 

]الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ[ 

(Orang-orang munafik itu) ialah mereka yang mengambil orang-orang kafir sebagai teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang Mukmin (QS an-Nisa’ [4]: 139)

Kelima, Indonesia adalah bagian dari Dunia Islam yang memiliki nilai strategis dari berbagai aspek; jumlah penduduk, sumber daya alam serta geopolitik di kawasan Asia Pasifik maupun di Dunia Islam. Indonesia menjadi salah satu basis perang melawan terorisme, yang secara tegas menempatkan Islam dan kaum Muslim sebagai sasarannya. Karena itu, wajar jika selama ini Islam dan kaum Muslim menjadi korban dari isu terorisme ini. Sebab, memang itulah yang menjadi target AS. Allah SWT berfirman: 

]وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا[ 

Orang-orang kafir tidak henti-hentinya berusaha memerangi kalian hingga mereka berhasil mengeluarkan kalian dari agama kalian—jika saja mereka mampu (QS al-Baqarah [2]: 217)

Wahai kaum Muslim: 

Isu terorisme akan terus dipelihara oleh AS sebagai gembong negara penjajah demi terus-menerus menjajah dan menguasai kaum Muslim. Kaum Muslim akan selalu menjadi sasaran kaum kafir penjajah, termasuk melalui isu terorisme, jika mereka tidak memiliki pelindung. Pelindung mereka tentu bukan para penguasa yang justru menjadi pelayan negara penjajah seperti AS. Pelindung mereka tidak lain adalah seorang Khalifah yang bertakwa kepada Allah SWT.

Itulah yang ditunjukkan oleh para khalifah pada masa Kekhilafahan Islam selama berabad-abad lamanya. Karena itu, mengangkat kembali seorang khalifah dalam institusi Khilafah Islam adalah pilihan yang bukan saja merupakan tuntutan syariah, tetapi juga tuntutan kondisi saat ini. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb [] 

Sumber : Al Islam

Iklan

Anda Wajib Tahu Lima Fakta Seputar Tulang



Anda Wajib Tahu Lima Fakta Seputar Tulang

PENCEGAHAN osteoporosis sebaiknya dimulai sejak usia dini. Pasalnya, tulang menjadi semakin rapuh seiring penuaan dan penurunan kepadatan  tulang tahap awal seringkali tidak kelihatan.

Berdasarkan data yang dikutip situs womenfitness.com, satu dari dua perempuan berusia di atas 50 akan mengalami patah tulang terkait osteoporosis.

osteoporosisDi usia 20-an hingga 30-an, Anda membangun tulang sama cepatnya dengan Anda menghilangkannya. Tapi saat mencapai usia 35, penurunan kepadatan tulang lebih cepat dibandingkan pembentukan tulang. Sebagai akibatnya, kerangka akan mengalami erosi
secara perlahan.

Untuk membantu Anda mempertahankan kepadatan tulang, berikut beberapa fakta merisaukan seputar tulang yang bisa menjadi panduan Anda:

1. Suplemen kalsium saja tidak cukup

Kalsium sangat penting untuk menjaga tulang sehat tapi tidak bisa menjamin kesehatan tulang Anda sepenuhnya. Banyak studi yang menunjukkan bahwa makanan tertentu lebih efektif dibandingkan pil suplemen dalam menjaga kepadatan tulang.

Anda bisa membantu menjaga tulang dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D. Vitamin ini diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium. Makanan tersebut termasuk sarapan dan sereal yang telah diperkaya dengan vitamin D dan kuning telur. Selain itu, cobalah menambah asupan makanan yang mengandung vitamin K (yang juga membantu penyerapan kalsium), seperti bayam, brokoli dan kol.

…Anda bisa membantu menjaga tulang dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D. Vitamin ini diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium….

Temuan awal peneliti dari Amerika Serikat mengindikasikan bahwa perempuan postmenopause yang mengonsumsi brokoli paling tidak tiga kali seminggu selama satu tahun berisiko 80 persen lebih kecil mengalami patah tulang dibandingkan mereka yang mengonsumsi brokoli kurang dari sekali seminggu.

2. Waspadai patah tulang di usia 30-an

Perempuan muda seharusnya tidak mengalami patah tulang kecuali akibat kecelakan atau jatuh dari tempat tinggi. Jika Anda mengalami patah tulang hanya karena tergelincir atau tanpa alasan yang jelas, ada baiknya meminta dokter melakukan tes kepadatan tulang.

Penelitian menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki yang mengalami patah/retak tulang kaki tanpa alasan jelas, memiliki kepadatan tulang rendah.”Retak tulang meningkatkan risiko patah tulang selanjutnya di bagian lain dalam tubuh,” terang Dr Beatrice Edwards, seorang direktur program osteoporosis di Chicago.

perempuan dan laki-laki yang mengalami patah/retak tulang kaki tanpa alasan jelas, memiliki kepadatan tulang rendah…

3. Penyakit gusi tidak hanya sekadar masalah mulut

Studi-studi pendahuluan menunjukkan bahwa perempuan usia lanjut dengan penyakit gigi juga berisiko mengalami osteoporosis. Jika Anda sudah melewati masa menopause dan menderita gangguan gigi, ada baiknya melakukan tes osteoporosis.

4. Osteoporosis diturunkan dalam keluarga

“Genetik merupakan faktor penting dan bisa diturunkan dari sisi ayah dan ibu,” terang Dr Felicia Cosman, direktur klinis National Osteoporosis Foundations Amerika Serikat. Selain itu, hasil studi menunjukkan bahwa hubungan keturunan biasanya lebih kuat di area tertentu seperti tulang pinggul dan pergelangan tangan.

5. Tes kepadatan tulang mungkin tidak menguak risiko Anda

Mungkin Anda sudah pernah mencoba mesin ultrasound yang mendeteksi tanda-tanda penipisan tulang di jari-jari dan pergelangan kaki. Tapi, cara ini kemungkinan besar tidak bisa menggambarkan kesehatan tulang dengan tepat.

Penurunan kepadatan tulang tidak sama di seluruh bagian tubuh. Kemungkinan Anda mengalami kehilangan kepadatan tulang lebih banyak di satu area dibandingkan bagian tubuh lainnya. Bagian yang perlu diukur adalah pinggul dan tulang belakang, area yang paling sering mengalami patah tulang serius.

Salah satu tes yang paling dianjurkan adalah sinar-x khusus yang dikenal dengan DEXA (dual energy x-ray absorptiometry). Cara ini bisa mengukur kepadatan tulang di tulang pinggul. [taz/voa-islam.com/mi]

10 Teknik Sederhana Mengurangi Stress



Anda Stress?? Inilah 10 Teknik Sederhana Mengurangi Stress

By: dr. Marfuatus S.

stressKondisi Ekonomi yang menjepit terkadang membuat kita tertekan dalam keadaan stress yang luar biasa. Jika Anda punya gaya hidup yang sangat sibuk bahkan sering melupakan waktu untuk diri anda sendiri atau bahkan keluarga Anda, maka ada baiknya Anda mencoba teknik di bawah ini.

Melalui berbagai penelitian, para ahli mengatakan teknik relaksasi dapat membawa Anda kembali ke dalam keseimbangan, relaksasi bisa dilakukan dengan hanya beberapa di lima menit atau kurang dalam sehari.

Aktivitas yang begitu sibuknya, Anak-anak butuh tumpangan ke sekolah, suami Anda tidak dapat menemukan celana pendek, atasan Anda baru saja menjadwalkan pertemuan online, dan teman terbaik Anda sangat membutuhkan bantuan Anda semuanya pada waktu yang sama. Apa yang ada dalam pikiran Anda? Pusing bahkan strees akan merasuk dalam diri Anda.

Beratkan jika anda meluangkan waktu untuk rileks untuk melepaskan semua beban hidup tersebut?. Atau Apakah mengherankan bahwa Anda tidak dapat menemukan satu menit untuk relaksasi? Bahkan, jika Anda seperti kebanyakan wanita, Anda mungkin lupa bagaimana untuk bersantai.

Padahal, di lain pihak para ahli mengatakan bahwa beberapa stres yang baik untuk anda dapat mempertajam indra Anda dan pikiran Anda.  Terlalu banyak tekanan atas stres sanagat buruk bagi kesehatan mental dan fisik Anda. Pada saat yang sama, relaksasi dapat melakukan keajaiban untuk mengembalikan keseimbangan dalam hidup Anda, dan mungkin bahkan mengurangi beberapa risiko kesehatan yang berhubungan dengan stres.

…Terlalu banyak tekanan atas stres sanagat buruk bagi kesehatan mental dan fisik Anda. Pada saat yang sama, relaksasi dapat melakukan keajaiban untuk mengembalikan keseimbangan hidup…

Di bawah ini kita akan berbicara dengan para pakar untuk mempelajari lebih lanjut tentang relaksasi, dan bagaimana untuk mencapai itu. Berikut adalah 10 teknik Sederhana yang dapat digunakan – setiap saat dan hampir di mana saja – untuk mengurangi ketegangan dalam hidup Anda.

1. Buang Pikir Anda Sejenak dan Gerakkan Tubuh Anda

Jika Anda berpikir relaksasi berarti memutar tubuh Anda ke posisi yang tidak nyaman dan mengucapkan “ooh” dan “OMMS” selama satu jam, maka disitulah ketidaknyamanan akan menjadi nyaman karena ketegangan otot menjadi terlepas dan begitulah anda ulangi sesuka anda. “Setiap tindakan yang berulang-ulang dapat menjadi sumber relaksasi”, kata Herbert Benson, MD, penulis buku The Relaxation Response anddirector emeritus, Benson-Henry Institute for Mind Body Medicine di Chestnut Hill, Massachusetts.

Cara ini termasuk didalamnya berjalan, berenang, melukis, merajut – aktivitas apapun yang menarik perhatian Anda akan tetap tenang pada saat ini.

Ketika Anda mendapatkan diri Anda berpikir tentang pekerjaan Anda, atau yang membuat anda strees maka, para ahli mengatakan untuk melepaskan pikiran sejenak atau melarikan diri dari berbagai pikiran yang menjerat Anda, dan membawa kembali pikiran Anda pengulangan kegiatan. Cobalah untuk hanya 5 sampai 10 menit per hari dan menonton tingkat stres turun.

2. Bayangkan Diri Anda dalam Keadaan Paling Rileks

Jika Anda stress Cobalah menciptakan visualisasi yang damai, atau “dreamscape.” Untuk memulai, cukup memvisualisasikan sesuatu yang membuat pikiran Anda jauh dari ketegangan saat itu. Anda bisa membayangkan berada di tempat liburan favorit, sebuah pulau fantasi yang menurut anda paling indah atau sesuatu yang “dapat disentuh,” suka merasakan jubah sutra favorit Anda atau sweater yang nyaman.

Idenya adalah untuk mengambil pikiran Anda dari stres Anda, dan menggantinya dengan gambar yang membangkitkan rasa tenang. Yang lebih realistis lamunan Anda – dalam hal warna, pemandangan, suara, bahkan sentuhan dan merasa – lebih banyak Anda akan mengalami relaksasi.

3. Ambil Nafas Sedalam Mungkin

Stres dapat membangkitkan ketegangan dan napas pendek, sementara tenang dikaitkan dengan santai pernapasan, kata Michael Lee, penulis Stres Menuju Nyaman di Vermont. Jadi, untuk mengubah ketegangan dalam relaksasi, katanya, mengubah cara Anda bernapas.

Coba ini: Biarkan keluar napas besar, menjatuhkan/kempeskan dada, dan mengeluarkan napas melalui bibir dengan lembut, kata Joan Borysenko, PhD, direktur Harvard’s Mind-Body Klinis Program. Sekarang bayangkan perut Anda yang rendah, atau pusat, sebagai dalam, tempat yang kuat. Rasakan napas Anda yang datang dan pergi seperti pikiran Anda tetap terfokus di sana.

Tarik napas, merasa seluruh perut, sisi dan punggung bawah mengembang. Buang napas, mendesah lagi ketika Anda menurunkan dada, dan perasaan perut, belakang dan samping kontrak. Ulangi 10 kali, santai lebih lengkap setiap kali.

4. Lihatlah Lingkungan Sekitar Anda

“Mindfulness adalah saat ini dan mulai dari sekarang pendekatan hidup yang membuat kehidupan sehari-hari lebih kaya dan lebih bermakna,” kata Claire Michaels Wheeler, MD, PhD, penulis dari 10 Wikipedia Solusi untuk Stres. Ini kehidupan mendekati seperti anak kecil, tanpa penilaian pada apa yang terjadi. Mindfulness berarti berfokus pada satu kegiatan pada satu waktu, jadi lupa multi-tasking! Tinggal di masa kini-tegang dapat membantu mempromosikan relaksasi dan memberikan penyangga terhadap kegelisahan dan depresi.

Praktek itu dengan berfokus pada lingkungan terdekat Anda. Jika Anda di luar ruangan, menikmati bentuk dan warna bunga, mendengar panggilan burung atau mempertimbangkan sebuah pohon. Di mall, melihat rincian gaun di lemari atau jendela, memeriksa perhiasan dan fokus pada bagaimana itu dibuat, atau jendela-toko untuk perabotan, memeriksa setiap detail pola dan gaya. Selama Anda dapat menjaga pikiran Anda terfokus pada sesuatu di masa kini, stres akan menghilang dalam diri Anda.

5. Minumlah Teh Panas

Jika Anda seorang penggila minum kopi maka pertimbangkanlah kesehatan diri anda. Kopi meningkatkan kadar hormon stres yang terkenal, kortisol, sedangkan teh hijau menawarkan kesehatan dan kecantikan, kata Nicholas Perricone, MD, penulis dari 7 rahasia untuk Kecantikan, Kesehatan, dan Panjang Umur.

Teh chamomile adalah teh favorit dan tradisional untuk menenangkan pikiran dan mengurangi stress. Dan teh hitam dapat menjadikan stres turun sangat drastis. Para peneliti dari University College London melaporkan. Peserta yang minum teh hitam biasa ditampilkan tingkat kortisol lebih rendah, dan melaporkan merasa lebih tenang selama enam minggu situasi penuh tekanan daripada mereka yang minum plasebo dengan jumlah yang sama kafein.

6. Tampilkan Beberapa Wujud Kasih Sayang Anda

Menginduksi respons relaksasi dengan memeluk buah hati anda, binatang peliharaan Anda, memberikan pelukan yang tak terduga kepada seorang teman atau anggota keluarga, bercanda, bersua dengan pasangan Anda, atau berbicara dengan seorang teman tentang hal-hal baik dalam hidup Anda, kata psikolog Deborah Rozman, PhD, co-penulis Transforming stres. Bila Anda melakukannya, Anda akan mengurangi tingkat stres Anda.

Mengapa? Para ahli mengatakan interaksi sosial membantu otak Anda berpikir lebih baik, dengan melakukan hal ini akan mendorong Anda untuk melihat solusi baru terhadap situasi yang dulu tampaknya tidak mungkin, katanya. Penelitian juga menunjukkan bahwa kontak fisik – seperti membelai buah hati, pasangan atau kucing Anda mungkin benar-benar membantu menurunkan tekanan darah dan penurunan hormon stres.

7. Cobalah untuk Memijat Diri Sendiri Senyaman Mungkin

Ketika otot Anda tegang dan Anda tidak punya waktu untuk pergi ke tukang pijat, cobalah cara sederhana ini! teknik memijat diri sendiri dari Darrin Zeer, penulis Lover’s Message. Tenanglah dan baringkan tubuh anda ke lantai rumah anda.

    * Tempatkan kedua tangan pada bahu dan leher.
    * Remas dengan jari-jari dan telapak tangan.
    * Gosokkan keras dan bahu tetap rileks.
    * Kedua telapak tangan Anda saling memegang lengan lainnya.
    * Remas otot dengan ibu jari dan jari.   

    * Pindah ke atas dan ke bawah dari siku Anda ke ujung jari dan ulangi
    * Ulangi dengan lengan lain.

8. Istirahatkan Tubuh Anda

Meski pekerjaan sangat menumpuk tetapi tubuh Orang dewasa juga memerlukan istirahat. Jadi, ketika Anda merasakan emosi Anda akan segera meletus, Jeff Brantley, MD, menyarankan mencari tempat yang tenang untuk duduk atau berbaring dan meletakkan situasi penuh tekanan ditahan. Ambil beberapa napas dalam-dalam dan berkonsentrasi pada melepaskan ketegangan dan menenangkan detak jantung Anda. Menenangkan pikiran dan ingat: Waktu adalah selalu di sisi Anda, jadi santai. Stres bisa menunggu.

9. Cobalah untuk Mendengar Suara yang lembut dan soft

Musik dan suara yang merdu dapat menenangkan detak jantung dan menenangkan jiwa, para ahli mengatakan. Jadi, ketika keadaan menjadi penat atau stress, maka mengambil jalan memutar musik, nasyid  atau bahkan murottal akan menghilangkan stress karena menyelaraskan detak jantung Anda dengan tempo lambat lagu santai. Dan Anda mungkin ingin membuat lagu klasik.

Penelitian menunjukkan bahwa 30 menit mendengarkan musik klasik dapat menghasilkan efek menenangkan setara dengan mengambil 10 mg Valium/obat penenang.

10. Mengambil Sikap Diam dan Tenang Sejenak

Tiga puluh detik adalah waktu yang cukup untuk menggeser irama jantung Anda dari stres untuk rileks, kata Ahli Kesehatan. Cara untuk melakukannya: Libatkan hati dan pikiran Anda dalam berpikir positif. Mulailah dengan membayangkan sesuatu yang memicu perasaan positif – visi anak Anda atau pasangan, gambaran Buah Hati atau hewan peliharaan Anda, perhiasan besar Anda, kenang-kenangan dari liburan-apa pun itu, menyulap atas pikiran akan membantu memperlambat pernapasan, rilekskan otot-otot tegang dan memasang senyum di wajah Anda.

Rozman mengatakan bahwa menciptakan sikap emosional yang positif juga bisa tenang dan stabil irama jantung Anda, berkontribusi terhadap perasaan relaksasi dan kedamaian. [MDw/voa-islam.com]