Sang Petani Impian


Sang Petani Impian

Senang rasanya membayangkan hal-hal yang luar biasa yang bisa kita raih suatu hari nanti.

Ada banyak hal yang sepertinya yang ingin kita lakukan untuk diri kita sendiri, keluarga maupun masyarakat sekitar kita.

Dengan impian manusia, begitulah katanya dunia ini terus bertahan.

Lihat saja orang yang hidupnya dipenuhi impian-impian tentang hari esok yang lebih baik…
Hidupnya penuh semangat dan antusias…

Dia tidak hanya sekedar bermimpi, tapi benar-benar membangun taman impiannya itu mulai dari mempersiapkan dirinya agar menjadi “Petani Impian” yang lebih baik, mempelajari lahan tempat taman impiannya akan dibangun, dia haus akan pengetahuan bagaimana cara membangun taman impiannya..

Untuk menjadi Petani Impian yang lebih baik, dia mulai dari dirinya, dia belajar Ilmu Diri, dia coba kenali dirinya, apa potensinya.. sampai akhirnya dia tahu di persimpangan mana ia sudah saat ini berada.. kemana dia harus melangkah lebih dulu.. bahkan sekarang dia tahu, ternyata banyak sekali pola pikir, sikap hidup, pergaulannya yang menghambat dia mencapai impiannya…

Banyak hal yang dilakukan dalam hidupnya yang manfaat dari kegiatan tersebut, kesenangannya, hanya untuk hari itu saja…

Sekarang dia telah siap untuk membangun impiannya… taman impiannya sendiri…
Bukan taman impian yang telah disiapkan oleh orangtuanya, juga bukan taman impian om dan tantenya…

 Dia ingat sekarang.. beberapa teman yang dia ikuti gaya hidup enak dan santainya ternyata sudah ada jatah taman impian dari famili-familinya…

 Sudah saatnya untuk menguji semua pengetahuan yang dimilikinya tentang Menabur Benih Impian dan kemudian menuainya…

 Lahan sekarang sudah di depan mata.. semua peralatan sudah disiapkan dan dia sudah mempelajari bagaimana menggunakan alat-alat tersebut.. dia juga yakin.. dengan semakin sering dia gunakan alat-alat ini.. dia pasti akan semakin mahir.. bahkan kalau perlu mengembangkan alat bertani sendiri…

 Urutan suskes-sukses kecil sudah terbayang di matanya… fokusnya jelas.. termasuk apa yang harus dikerjakan dan efek atas setiap pekerjaan tersebut…

 Oh ya, dia juga pernah mendengar beberapa Petani Impian lain yang gagal.. namun dia juga pernah mendengar tentang Petani-petani Impian yang telah berhasil membangun Taman Impian mereka…

 Dia mengerti membangun taman ada resiko perubahan musim, hama dan lain-lain.. namun dengan pasrah berpangku tangan… lebih beresiko lagi…

Tapi dia tidak akan pernah tahu apakah dia akan berhasil membangun Taman Impiannya atau tidak sampai dia benar-benra bertindak membangunnya… karena dia juga mengerti.. kebanyakan ketakutan hanya ada dalam pikiran..

Dia sangat menghormati para Petani Impian yang masih terus berjuang membangun Taman Impiannya.. tapi tidak kepada Petani Impian yang telah menyerah dan sekarang membuat barisan dipinggir ladang sambil bersorak-sorak bahwa Taman Impian tidak mungkin dibangun…

Dari Petani Impian mereka berubah menjadi Pencuri Impian…

Cobalah sebutkan mimpi-mimpi anda pada teman anda, anda akan segera tahu; dia seorang Petani Impian atau Pencuri Impian…

Berapa kali mimpi anda telah dicuri orang?

Lebih buruk lagi, ada orang yang mensabotase impiannya sendiri..

Disalin dari : eCerdas Technology

Iklan

Beberapa Masalah Keuangan Yang Melanggar Syariat


Beberapa Masalah Keuangan Yang Melanggar Syariat

Beberapa Masalah Keuangan Yang Melanggar Syariat

Muncul masalah penting yang menjadi sebuah fenomena, yaitu; sebagian kaum muslimin, saat melakukan mu’amalah dengan saudaranya sesama muslim, ia kurang menjaga komitmen terhadap aturan-aturan syari’at, karena terpengaruh oleh semangat berukhuwah yang menggelora.

Memang semangat ukhuwah adalah sebuah keharusan dan tun-tutan. Ia adalah nikmat Allah سبحانه وتعلى yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki dari hamba-hambaNya yang shaleh. Akan tetapi semangat yang menggelora itu tidak boleh mengalahkan aturan-aturan syari’at, sehingga menyebabkan mu’amalah menjadi haram.

Pada kenyataannya, mu’amalah-mu’amalah yang terjadi antar sesama ikhwah (saudara) telah terkotori oleh berbagai pelanggaran syari’at. Dan diantaranya adalah:

Tidak mencatat hutang dan pinjaman

Seorang muslim meminjamkan sejumlah harta kepada saudaranya sampai batas tertentu yang disepakati tanpa mencatatnya. Ia mengira bahwa permintaan untuk mencatat bertolak belakang atau mengurangi tingkat ukhuwah.

Padahal Alloh سبحانه وتعلى telah mewajibkan kita untuk mencatat utang. Alloh سبحانه وتعلى berfirman, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya…” (QS: Al-Baqarah: 282).

Tidak dicatatnya utang akan berdampak kepada hilangnya banyak hak, sebab umur manusia ada di tangan Alloh. Selain itu juga dapat memunculkan kecurigaan dan keraguan serta rusaknya jalinan ukhuwah saat terjadi kelupaan, kesalahan, atau perubahan jiwa.

Memanfaatkan rasa malu dan rasa tidak enak

Seorang saudara memperlambat pembayaran atau penunaian hak-hak yang menjadi tanggungan-nya, padahal ia mampu. Dalam hal ini ia mengeksploitasi rasa malu dan rasa tidak enak saudaranya.

Ini merupakan pelanggaran syari’at Alloh سبحانه وتعلى. Karena Rasululloh صلى الله عليه وسلّم telah men-jelaskan dengan sabdanya:

مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ رواه الجماعة

“Penundaan seorang yang mampu adalah kezhaliman.” (HR: Jama’ah).

Orang mampu, yang memperlambat penunaian hak yang menjadi kewajibannya haruslah dihukum. Dasarnya adalah hadits Rasululloh صلى الله عليه وسلم:
لَيُّ الْوَاجِ يُحِلُّ عِرْضَهُ وَعُقُوْبَتَهُ رواه البخاري معلقا ووصله أحمد وإسحاق وأبو داود والنسائي وإسناده حسن

“Penundaan orang yang sudah berpunya (mampu membayar) menghalalkan harga dirinya dan menghalalkan penimpaan hukuman padanya.” (HR: Bukhari secara mu’allaq dan di-maushul-kan oleh Ahmad, Ishaq, Abu Dawud dan An-Nasa’i dan berkata Syaikh Al Albani sanadnya hasan).

Oleh karena itu, seorang muslim tidak boleh memanfaatkan perasaan malu saudaranya dan rasa tidak enaknya, lalu ia mengambil sesuatu darinya yang ia tidak berhak atasnya, atau ia memperlambat diri dalam membayar hak-hak yang menjadi tanggungannya kepada saudara-saudaranya, padahal ia mampu.

Justru ukhuwah yang jujur seharusnya mendorongnya untuk menjaga harta saudaranya, dan ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.

Tidak menghitung saat menerima harta atau uang dari orang lain

Sering sekali seorang akh sembrono dalam masalah menghitung harta atau uang saat menerima dari saudaranya, ia berprasangka bahwa hal ini akan mem-engaruhi hubungan persaudaraan, atau akan menyinggung kejujuran dan amanah.

Saat seorang muslim menghitung hartanya di kemudian hari, ternyata jumlahnya kurang atau lebih, ia kembali kepada saudaranya dan memberitahukannya tentang kekurangan atau kelebihan ini. Nah, di sana ada banyak kemungkinan bagi munculnya kecurigaan. Hal ini sering sekali menyinggung rasa persaudaraan. Saat seorang muslim menerima harta dari muslim lainnya, hitunglah terlebih dahulu di hadapannya. Dengan cara demikian, ia tetap menjaga semangat ukhuwah di antara keduanya.
Memberikan rekomendasi kerja atas dasar perasaan

Seorang muslim memberikan rekomendasi kerja kepada saudaranya bertolak pada perasaan dan bukan atas dasar kecakapan. Maka dampak-dampak yang dapat ditimbulkannya adalah kualitas pelaksanaan menurun, produktifitas melemah dan kesulitan mencari jalan keluar darinya (memecatnya) karena takut menyinggung rasa ukhuwah dan cinta kasih karena Alloh.

Dalam hal ini terdapat pelanggaran syari’at Alloh, dimana amanah dalam memberikan rekomendasi hendaklah didasarkan pada nilai-nilai iman dan akhlak serta nilai-nilai kecakapan teknis. Alloh سبحانه وتعلى telah memerintahkan kepada kita agar seharusnya seleksi dan rekomendasi itu didasarkan pada Al-Qiyam (nilai, prestasi), al-quwwah (kekuatan, khususnya ilmu pengetahuan, dan kafaah (kecakapan).

Landasan hal ini adalah firman Alloh سبحانه وتعلى artinya: “Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami”. Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.” (QS: Yusuf: 54-55).

Dan firman Alloh سبحانه وتعلى, artinya: “Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” (QS: Al-Qashash: 26).

Berkenaan dengan ini Rasululloh سبحانه وتعلى bersabda:
مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ شَيْئًا فَأَمَّرَ عَلَـيْهِمْ أَحَدًا مُحَابَاةً فَعَلـَيْهِ لَعْـنَةُ اللهِ لاَ يَقْـبَـلُ اللهُ مِنْهُ صَرْفًا وَلاَ عَدْلاً حَـتَّى يُدْخِلَهُ جَـهَـنَّمَ رواه أحمد والحاكم وقال: هذا حديث صحيح الإسناد

“Siapa yang menjadi penguasa atas suatu urusan kaum muslimin, lalu ia mengangkat seseorang menjadi penguasa (pegawai) atas mereka berdasarkan kolusi atau nepotisme, maka atasnya laknat Allah, Allah سبحانه وتعلى tidak menerima darinya pertukaran (imbalan) atau ganti sehingga Dia memasukkannya ke dalam Neraka.” (HR: Ahmad dan al-Hakim, ia berkata “Isnadnya shohih”).

Inilah beberapa contoh yang menjelaskan adanya pemahaman yang keliru dalam pemahaman syari’at Islam di bidang mu’amalah yang berkenaan dengan harta.

Apabila komitmen dengan aturan-aturan syari’at telah dilakukan maka akan muncul berbagai fenomena ukhuwah antar sesama kaum muslimin dalam praktek-praktek mu’amalah maliyah (yang berkaitan dengan harta), seperti:
1. Tidak akan bermu’amalah dengan musuh-musuh Islam

Seorang muslim akan mengutamakan bermu’amalah dengan saudaranya sesama muslim secara haq dan adil. Sebab pada yang demikian itu terdapat i’anah (membantu) dan taqwiyah (penguatan) kepadanya. Hal ini juga menjadi penyebab tumbuh dan berkembangnya usaha-usaha mereka dalam menghadapi persaingan keras, lebih-lebih lagi dari musuh-musuh Islam dengan segala perbedaan manhaj dan bentuk mereka.

Tentunya ini tidak berarti bahwa syari’at Islam mengharamkan bermu’amalah dengan non muslim, selama hubungan kita dengan mereka normal-normal saja, atau istilah fiqihnya mereka bukan kafir harbi. Akan tetapi di sana ada prioritas.

2. Tasamuh (toleran) dalam bermu’amalah

Seorang muslim harus toleran dalam bermu’amalah terhadap saudaranya dalam bermu’amalah dan melaksanakan haknya, agar bisa menyuguhkan kepada orang banyak contoh yang menunjukkan bagaimana mu’amalah-mu’amalah Islam itu. Dengan ini kita telah melaksanakan wasiat Rasululloh صلى الله عليه وسلم yang bersabda:
رَحِمَ اللهُ رَجُلاً سَمْحًا إِذَا بَاعَ وَإِذَا اشْتَرَى وَإِذَا اقْتَضَى رواه البخاري
“Semoga Alloh سبحانه وتعلى merahmati seorang lelaki yang mudah (toleran) jika menjual, membeli dan menagih).” (HR. Bukhari).

Beliau juga bersabda:
إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحْسَنَكُمْ قَضَاءً رواه والبخاري ومسلم
“Orang-orang pilihan (baik) di antara kamu adalah orang-orang yang paling baik saat membayar utang.” (HR: Bukhari Muslim).

3. Memberi kemudahan kepada orang yang kesulitan

Seorang akh (saudara) muslim hendaknya toleran kepada saudaranya saat membayar (utang, tanggungan dan sebagainya) jika dia kesusahan atau kesulitan.
Dasarnya adalah firman Alloh سبحانه وتعلى, artinya: “Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS: Al Baqarah: 280).

Rasululloh صلى الله عليه وسلّم telah berwasiat demikian saat bersabda, artinya: “Siapa yang memberi tenggang waktu kepada orang yang kesulitan atau kesusahan atau memutihkannya sama sekali, maka Allah سبحانه وتعلى akan menaunginya pada hari kiamat di bawah naungan ‘arsy-Nya pada hari yang tidak ada naungan selain naunganNya.” (HR. At-Tirmidzi).
4. Memberi murah (diskon) dan qana’ah (puas) dengan sedikit keuntungan
Janganlah seorang muslim memanfaatkan hajat saudaranya kepada suatu barang atau sesuatu hal. Justru ia harus memberi kemurahan (diskon) kepadanya saat dia membutuhkannya. Ia harus qana’ah dan ridha dengan apa yang Allah berikan untuknya, sebab qana’ah adalah gudang yang tidak ada habisnya. Rasululloh سبحانه وتعلى telah bersabda:
قدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ رواه مسلم

“Telah beruntung orang yang masuk Islam dan diberi rizki secukupnya dan Alloh سبحانه وتعلى memberikan sifat qana’ah atas apa yang Dia berikan kepada-nya.” (HR: Muslim).
Semoga Alloh سبحانه وتعلى senantiasa melim-pahkan hidayah dan inayahNya kepada kita. (Al Fikrah)[Abu Ubaidillah]

(Sumber Rujukan: Al Iltizam bi adh-Dhawabith asy-Syar’iyyah fi al Mu’amalat al Maliyyah Karya Dr. Husain syahhatah)

Rahasia Memulai Bisnis Tanpa Modal


Menjadi pertanyaan, mungkinkah memulai bisnis tanpa modal? Mungkin saja! Anda hanya perlu rahasianya. Sudah banyak orang sukses berbisnis tanpa modal berupa cash money yang besar. Sebut saja Purdi E. Chandra dengan jaringan Primagamanya. Purdi hanya mengandalkan kemampuan melobinya, sekaligus kecerdikan untuk memulai usaha. Anda pun bisa melakukannya!

Rahasia #1: Lakukan bisnis jasa

Saat mencari ide usaha, Anda dapat memilih: menjual barang atau jasa. Menjual barang memerlukan banyak modal. Anda perlu membeli barang lebih dulu dan kemudian dijual kembali. Contohnya pada bisnis ritel, membuat toko kelontong, grosiran sembako. Atau memproduksi barang dulu baru lalu menjualnya, seperti usaha roti, konveksi garmen. Belum lagi kalau barang tidak laku. Berapa modal yang tak kembali? Berbeda dengan bisnis jasa. Anda benar-benar bisa memulai dari modal dengkul. Bisnis ini tidak membuat Anda mengeluarkan banyak biaya! Contohnya Purdi, dengan memulai bisnis bimbingan belajar. Bermula dari 2 siswa dan menempati salah satu ruang rumah kontrakannya, siapa mengira kalau bisnis ini bisa berkembang menggurita.

Rahasia #2: Hemat Biaya

Anda tidak ingin menghabiskan banyak uang, bukan? Karena itu, jaga agar pengeluaran Anda sedikit. Cara terbaik untuk menjaga overhead tetap rendah adalah memulai bisnis dari rumah. Anda bisa menghemat biaya untuk sewa kantor, membayar resepsionis, membayar pajak, izin usaha, dan lain-lain. Jangan berasumsi kalau bisnis rumahan hanya kacangan. Banyak bisnis raksasa dimulai dari rumah: Amazon.com, Microsoft, Xeroc, The Body Shop, Martha Tilaar.

Rahasia #3: Jangan masukkan semua telur dalam satu keranjang

Anda mungkin sudah bekerja sebagai karyawan, saat memutuskan untuk berwirausaha. Mundur dari pekerjaan saat mengawali usaha dari nol mungkin kurang bijaksana. Anda kehilangan sumber penghasilan, sementara usaha Anda belum memberikan hasil yang nyata. Karena itu, pertahankan pekerjaan sembari Anda memulai usaha, Mulailah bisnis paruh waktu. Bila kemudian usaha Anda tampak berkembang, Anda boleh melepaskan pekerjaan sebagai karyawan.

Rahasia #4: Lihat kebutuhan pasar

Ini adalah aturan utama bisnis. Anda harus menawarkan jasa yang dibutuhkan oleh banyak orang dan mereka bersedia membayarnya. Membuat usaha jasa memotong rumput dan pohon, bagus, tetapi jika Anda berada di tengah kota di mana banyak rumah tanpa halaman, siapa yang akan memakai jasa Anda? Karena itu, lakukan riset pasar. Saat ini ada banyak usaha jasa yang bisa dilakukan. Anda suka menulis? Buka jasa penulisan entah biografi, web content, ghostwriter, company profile, dan sebagainya. Suka menggambar dan desain? Bikin jasa desain iklan, website, cover buku, atau ilustrator. Bahkan suka omong pun bisa dijadikan ladang usaha. Jadi presenter, misalnya. Yang jelas, pastikan ada konsumen yang membutuhkan jasa Anda.

Anda telah mengetahui rahasianya. Jika Anda melakukannya, peluang sukses Anda akan jauh lebih besar. Selamat berusaha!

Oleh: Dessy Danarti

Penulis buku “Dari Hobi menjadi Hoki” (Penerbit Andi, 2005)

Sumber: http://www.beritanet.com

10 Alasan Memulai Usaha Saat Resesi


10-alasan-memulai-usaha

10-alasan-memulai-usaha

Publisitas yang lebih besar. Kompetisi yang lebih sedikit. Bakat yang menunggu dikembangkan. Inilah alasan mengapa memulai usaha di resesi ekonomi bisa memberikan usaha Anda tembakan yang lebih baik.

Apakah Anda memiliki satu alasan yang bagus untuk memulai usaha saat ini?

Terlepas dari orang-orang disekitar Anda (termasuk media), ini adalah saat terbaik untuk memulai usaha. Coba menoleh kebelakang dan melihat sejarah penurunan ekonomi. Kebanyakan resesi pasca PD II rata-rata berlangsung selama 10 bulan, diikuti dengan siklus pertumbuhan yang rata-rata berlangsung selama 50 tahun.

Apa artinya untuk memulai usaha adalah tidak ada waktu yang lebih baik daripada sekarang untuk terjun dan mulai mengejar usaha impian Anda – sebagai antisipasi pertumbuhan periode berikutnya.

Berikut 10 alasan teratas mengapa Anda bisa memulai usaha sekarang

1. Semuanya lebih murah

Mari kita hadapi: Ada nilai yang sangat besar saat ini dan di pasar dunia. Ini adalah saat yang tepat untuk berbisnis di segala aspek, dari tanah dan peralatan sampai sewa ruang perkantoran, tenaga kerja dan buruh. Ketika nilai aset menurun, tidak ada waktu yang lebih baik untuk terjun ke pasar finansial atau real estate, atau alat berat dan konstruksi. Beberapa orang menunggu bertahun-tahun untuk menemukan nilai di pasar ini – dan inilah saatnya .

2. Anda bisa mempekerjakan orang yang lebih baik dan berkwalitas

Pada era dimana Microsoft melakukan perampingan, Anda bisa menemukan sumber berharga dengan nilai yang terjangkau. Ingin membuka usaha berteknologi tinggi? Ada banyak insinyur yang menunggu direkrut. Berencana membuka perusahaan jasa profesional? Ada banyak akuntan dan pengacara yang menunggu kesempatan berikutnya.

3. Orang ingin mengganti supplier

Bagi banyak perusahaan, segala sesuatu yang menyangkut perspektif biaya harus jelas. Meskipun harga Anda lebih tinggi, tapi jika Anda bisa memberikan nilai yang lebih besar, maka Anda berpeluang untuk memenangkan bisnis. Anda memiliki keuntungan dengan menjadi pendatang baru yang menunjukkan produk dan jasa Anda. Banyak perusahaan yang putus asa dalam menemukan rekanan baru dengan perusahaan baru yang berbeda, dengan cara yang berbeda, lebih baik dan lebih inovatif dalam menyampaikan produk dan jasanya.

4. Kepemilikan yang sepadan dengan insentif pajak

Kepemilikan usaha menawarkan berbagai keutungan pajak yang tidak didapatkan karyawan. Sedangkan pajak bukanlah satu-satunya alasan bagi Anda untuk terjun dalam bisnis, ada satu alasan lagi yang perlu ditambahkan dalam list “keuntungan kepemilikan usaha” Anda .

5. Keluarga atau teman tidak ingin (atau tidak bisa) menginvestasikan lebih banyak dana di pasar modal atau real estate

Ini artinya, mereka bersedia mendanai sebagian usaha baru Anda, atau ekspansi usaha yang sudah terbukti dari waktu ke waktu. Keuntungan utama adalah mereka tahu Anda dan memiliki hubungan dengan Anda – dan jika Anda memiliki business plan yang solid, yang menunjukkan angka nyata, kesempatan Anda untuk menambah modal yang dibutuhkan akan meningkat.

6. Supplier memberikan kredit yang lebih baik

Karena pasar kredit yang secara virtual tutup, alur kredit B2B membuat sirkulasi menjadi hal yang penting. Keuntungan utama adalah semua pihak memiliki lebih banyak insentif daripada sebelunya dalam menemukan situasi win-win yang memungkinkan alur kas dan stok. Saat semua orang berupaya untuk bertahan hidup, tawaran besar bisa didapatkan

7. Publikasi yang baik dengan menunjukkan Anda akan melawan tren

Media menyukai penyimpangan, dan jika Anda optimis dengan ekspansi atau menjalankan usaha sekarang, Anda berada dalam kategori tersebut. Artinya, Anda bisa menunjukkan publikasi yang bagus dengan menunjukkan pandangan “alternatif” Anda di pasar .

8. Anda bisa membeli apapun yang dibutuhkan melalui lelang

Sebagai tambahan saat segala sesuatunya mahal, Anda bisa menemukan tawaran yang bagus dari lelang, terlebih untuk alat-alat besar dan perlengkapan kantor. Lelang juga tempat yang baik untuk mendapatan barang yang jarang dipakai atau barang yang digunakan dengan hati-hati seperti perlengkapan restoran dengan harga yang bagus. Saat ini Anda bisa mendapatkan barang-barang di mobil terbuka atau sejenisnya dengan layanan antar.

9. Anda bisa mendapatkan penawaran “low money” atau “no money”

Hanya dengan menyadari adanya peluang baik yang ditawarkan pihak lain, dan mendapatkan penawaran dimana Anda bisa mendapatkan keseluruhan usaha hanya dengan mengambil alih sewa (beserta seluruh perangkatnya). Banyak pengusaha yang meninggalkan biaya, yang berarti Anda bisa bernegosiasi untuk mendapatkan penawaran win-win.

10. Anda telah kehilangan pekerjaan, dan harus melakukan sesuatu

Terkadang, keputusan usaha terbaik adalah yang didapat saat keadaan terpojok, dan insentif (serta) kebutuhan akan pendapatan biasanya mendorong seseorang untuk “keluar pagar”. Tidak ada yang salah dalam posisi ini hanya adanya kepentingan yang lebih besar untuk melakukan sesuatu yang bisa menghasilkan pendapatan secepat mungkin.

Sekarang Anda memiliki 10 alasan untuk memulai usaha saat resesi. Namun rintangan menyertai Anda bahwa ekspansi akan lebih robus daripada penurunan saat ini .

Tidak ada waktu yang lebih baik untuk memulai daripada saat ini, terlebih jika orang-orang disekililing Anda lebih nyaman dengan alasannya sendiri kenapa mereka tidak segera memulai usaha yang mereka impikan saat ini. Ini artinya Anda akan menghadapi persaingan yang lebih sedikit.

***

Oleh Brad Sugars
Sumber: www.entrepeneur.com

Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com

7 Sumber Ide Bisnis


7 Sumber Ide Bisnis

7 sumber ide bisnis

7 sumber ide bisnis

Ide bisnis ada di sekitar Anda. Beberapa ide bisnis muncul dari analisa pasar dan kebutuhan konsumen yang sangat detil; lainya berasal dari proses pencarian yang panjang. Jika Anda tertarik memulai usaha, tapi tidak tahu produk atau jasa apa yang Anda jual, dengan mengeksplore beberapa cara ini akan membantu Anda untuk memilih.

1) Menguji ketrampilan Anda dalam mempersiapkan ide usaha

Apakah Anda memiliki bakat atau catatan yang  terbukti bisa diandalkan yang bisa menjadi dasar usaha yang menguntungkan?

Beberapa hari yang lalu, saya berbicara dengan seseorang yang mengelola jasa kebersihan di rumah sakit selama bertahun-tahun. Saat ini dia berhasil menjalankan usahanya sendiri dibidang layanan kebersihan.  Mantan penebang kayu yang saya kenal saat ini mendapatkan penghasilan sebagai seorang seniman; dia menciptakan  “chainsaw sculptures” dari kayu.

Untuk menemukan ide bisnis yang bisa dijalankan, tanyakan pada diri Anda, “Apa yang sudah saya kerjakan? Apa yang bisa saya kerjakan? Akankan orang bersedia membayar produk atau jasa saya?”

2) Mengetahui informasi terbaru dan siap mengambil peluang usaha

Jika Anda rutin membaca atau melihat berita dengan tujuan menemukan ide bisnis, Anda akan terkejut dengan banyaknya  peluang bisnis yang diciptakan oleh otak Anda. Mengetahui berita terbaru akan membantu Anda mengidentifikasi kecenderungan pasar, mode baru, berita industri – dan terkadang beberapa ide baru dalam peluang usaha.

3) Menemukan produk atau jasa baru

Kembali berpikir 30 tahun yang lalu.  Adakah permintaan software anti virus yang besar, Internet Service Provider, atau komputer desktop? Tidak! Kunci ide bisnis untuk produk atau layanan baru adalah dengan mengetahui kebutuhan pasar yang belum dipenuhi.  Kebutuhan keamanan yang meningkat, misalnya, telah mengarahkan pada ledakan produk atau jasa keamana baru, mulai dari mesin penindai mata sampai jasa keamanan rumah.

Lihat sekeliling dan tanyakan diri Anda, “Bagaimana situasi ini bisa diperbaiki?” Tanyakan pada orang lain tambahan jasa yang mereka inginkan. Fokus pada target market dan brainstorming ide layanan yang diminati kelompok.  Misalnya, orang usia lanjut yang berkebun di Amerika Utara. Produk atau jasa apa yang bisa Anda ciptakan sehingga mereka bisa berkebun lebih lama dan lebih mudah ?

4) Menambahkan nilai pada produk yang sudah ada

Perbedaan antara kayu mentah dan olahan adalah contoh yang baik untuk meletakkan produk dalam proses tambahan yang bisa menambahkan nilai, tapi proses tambahan bukanlah satu-satunya cara untuk memberikan nilai tambah. Anda bisa menambahkan servis, atau menggabungkan produk satu dengan produk yang lain. Misalnya, sebuah perkebunan lokal juga menawarkan layanan antar sayuran yang dihasilkan; dengan mengirimkan sekotak sayuran segar yang diantar kerumah pelanggan setiap minggunya.

Ide bisnis yang bagaimana yang bisa Anda kembangkan? Fokus pada produk  apa yang ingin Anda beli dan apa yang bisa Anda lakukan terhadapnya atau memberikan penambahan untuk menciptakan bisnis yang menguntungkan.

Setelah Anda mengembangkan kerangka kewirausahaan dalam pikiran, Anda akan melihat bahwa menemukan ide bisnis semudah menemukan daun di pohon.

5) Investigasi pasar lainnya

Beberapa ide bisnis tidak sesuai dengan konsumsi lokal tapi sangat menarik pasar luar negeri. Kota kecil dimana saya tinggal dikelilingi oleh ladang blueberry liar. Selama bertahun-tahun tanaman tersebut menjadi sasaran makanan burung dan beruang; B.C. yang memiliki industri blueberry yang berkembang tidak meninggalkan ruang kosong untuk pasar blueberry liar. Tapi seorang pengusaha menyadari adanya permintaan yang tinggi terhadap produk tersebut seperti Jepang – dan saat ini blueberry sejenis dipanen dan dikapalkan.  Menemukan budaya lain dan mencari peluang pasar lain adalah cara yang baik untuk menemukan ide bisnis.

6) Meningkatkan produk atau jasa yang sudah ada

Anda tahu apa yang dikatakan orang lain pada orang yang mengembangkan perangkap tikus. Bisa jadi Andalah orangnya! Seorang pengusaha lokal telah menciptakan hula hoop versi terbau; lebih besar dan berat sehingga pengguna bisa mengendalikannya dengan mudah dan melakukan banyak trik. Bagaimana ide bisnis ini muncul? Menurutnya, bermain hula hoop adalah hal yang menyenangkan jika dimainkan dengan anak perempuannya.

Ada beberapa produk (atau jasa) yang tidak bisa ditingkatkan. Mulai mengelola ide bisnis dengan melihat produk atau jasa yang Anda gunakan dan brainstorming ide untuk melihat bagaimana bisa mengembangkannya.  .

7) Mengendarai “Kereta Musik”

Terkadang pasar bergejolak dengan alasan yang tidak jelas; banyak orang yang tiba-tiba “menginginkan” sesuatu, dan hasilnya, permintaan tidak bisa segera dipenuhi.  Misalnya, saat  epidemi SARS, adanya permintaan masker yang tidak ada habis-habisnya di beberapa negara- dan banyak pengusaha yang memanfaatkan ide bisnis ini.

“Dampak kereta musik” juga diciptakan oleh tren sosial yang lebih besar. Ada banyak permintaan layanan perawatan di rumah untuk orang lanjut usia daripada jasa yang tersedia. Dan tren memperlakukan binatang peliharaan sebagai anggota keluarga juga berlanjut, menciptakan pasar untuk jasa yang terkait dengan hewan peluharaan yang tidak ada sepuluh tahun yang lalu.

Lihat bisnis dan produk serta layanan yang mereka tawarkan dan tentukan jika ada kebutuhan yang lebih terhadap produk atau jasa tersebut. Jika ada, kembangkan ide bisnis untuk memenuhi gap pasar.

Apakah Anda sudah memiliki ide yang meluap-luap sekarang? Tuliskan ide bisnis Anda. Berpikiran terbuka dan terus menilai segala sesuatu yang Anda baca dan dengar dari pandangan pengusaha. Anda tidak ingin menjalankan ide bisnis yang pertama kali Anda pikirkan; Anda ingin menemukan ide terbaik yang sesuai dengan ketrampilan dan hasrat Anda. Mimpikan, pikirkan, rencanakan – dan Anda akan siap mewujudkan ide bisnis kedalam usaha yang Anda inginkan.

***

Sumber: www.about.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com