Olimpiade 2012 & Masjid Markaz London


Olimpiade 2008 baru saja ditutup, pesta olahraga terbesar di dunia selanjutnya direncanakan digelar di London pada tahun 2012.

Ada kabar gembira lain yang ada kaitannya dengan Olimpiade 2012 ini, bukan kabar dari dunia olah raga, tetapi kabar tentang akan berdirinya sebuah Masjid Ilyas di Abbey Mills di atas tanah seluas 7,3 ha di dekat komplek stadion Olimpiade di kawasan Stratford, West Ham, London Timur. Masjid tersebut lebih populer dengan nama “Markaz London”.

London Markaz

London Markaz

Masjid ini direncanakan mampu menampung 12 ribu orang, bahkan untuk even-even tertentu, misalnya ijtima’ Eropa, masjid ini mampu menampung hingga 70 ribu orang jamaah.

Selain masjid, komplek ini juga akan dilengkapi dengan aula yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, perpustakaan, taman dan sekolah yang mampu menampung 500 siswa.

Insyaallah masjid ini akan menjadi masjid terbesar di Inggris, bahkan di Eropa. Masjid ini juga disiapkan untuk menjadi markaz tabligh Eropa, menjadi semacam “hub” untuk jamaah-jamaah yang datang dan transit ke Inggris atau wilayah Eropa lainnya.

London Markaz

London Markaz

Di masjid lama yang sudah ada di tempat tersebut, jumlah jamaah yang hadir pada setiap malam markaz yang diadakan di setiap malam Jum’at sekitar 3.500 orang (banyak mana ya dengan Masjid Kebun Jeruk ?).

Di London sendiri, proporsi jumlah penduduk muslim juga cukup besar. Di kota ini terdapat sekitar 625 ribu jiwa muslim dari sekitar 7,5 juta jiwa, ini berarti setiap 1 dari 12 penduduk London adalah muslim. Statistik lain bahkan menyebutkan bahwa jumlah penduduk muslim di London mencapai 1,3 juta jiwa atau 17 % dari jumlah penduduk London. Di kawasan-kawasan tertentu bahkan jumlah penduduk muslimnya ada yang mencapai 90 %. Jumlah tersebut diyakini akan semakin bertambah di masa-masa yang akan datang.

Insyaallah, salah satu pendorong meningkatnya jumlah pemeluk Islam ini adalah asbab usaha dakwah yang dijalankan secara terus menerus dan tak kenal lelah, siang malam, 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan dan 365 dalam setahun.

Dengan asbab usaha ini, jumlah mereka yang beralih keyakinan ke Islam juga terus bertambah dari hari ke hari, banyak di antaranya yang berasal dari kalangan bangsawan dan profesional. Di samping itu, angka kelahiran di kalangan penduduk muslim rata-rata juga lebih tinggi dibanding angka kelahiran di kalangan komunitas lainnya.

London Markaz

London Markaz

Saat ini, London merupakan kota yang mempunyai masjid paling banyak dibanding kota-kota lain di Eropa. Dengan keadaan seperti ini orang sering menyebut London dengan “Londonistan”, untuk menggambarkan betapa London dari hari ke hari semakin bersuasana dan bercitarasa “Islam”.

Dalam sejarahnya, masjid pertama kali didirikan di Inggris sekitar 80 tahun yang lalu. Perkembangan jumlah masjid dari tahun ke tahun cukup luar biasa, saat ini jumlah masjid di seluruh Inggris mencapai lebih dari 1000 buah, banyak diantaranya bekas gereja Anglikan yang sudah lama tidak dipakai lagi sebagai tempat ibadah.

Mudah-mudahan, suatu saat Allah SWT menghantarkan kita ke Markaz London ini, juga ke markaz-markaz yang lainnya, untuk ikut serta memikirkan bagaimana agama ini bisa semakin tersebar di seluruh alam. Insyaallah….

Disalin dari : aldjo.wordpress.com

Iklan

Koleksi Quran Raksasa Masjid Raya Terus Dikunjungi


Koleksi Quran Raksasa

Koleksi Quran Raksasa

Koleksi Al Quran raksasa Masjid Raya Makassar yang ditempatkan di mimbar imam masjid terus dikunjungi warga Makassar sejak kedatanganya, Rabu (26/8) hingga Sabtu (29/8). Al Quran terbesar di Indonesia Timur ini begitu menyita perhatian warga Makassar sehingga hasil coretan tangan KH Ahmad Faqih Muntaha bersama santrinya dari Yayasan Al Asy`ariah Jawa Timur ini terus dikunjungi untuk melihat ukurannya, dengan besar 1 x 1,5 meter persegi dan berat 584 kilogram.

Pengunjung dari berbagai kalangan dan usia ini terlihat begitu takjub melihat tulisan ayat-ayat dan hiasan pinggir-pinggir kitab suci ini sehingga banyak warga yang mengabadikannya dengan berpose di dekatnya Quran ini dari ponselnya atau kamera digital yang dibawanya

Salah satu warga dari jalan Cendrawasih Makassar, Mutmainnah, mengungkapkan jika dirinya datang ke Masjid ini untuk melihat Quran terbesar di Indonesia Timur ini. “Saya awalnya dengar dari teman-teman. Jadi saya kesini untuk melihatnya. Ternyata memang besar, ” ungkapnya. Al Quran yang didatangkan dari Yogjakarta, Jawa Timur ini merupakan wakaf dari tokoh masyarakat Sulawesi Selatan yang juga Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Aksa Mahmud.

Bagian Kesekretariatan Masjid Raya, Ambo Saka, di Makassar, mengungkapkan jika Al Quran ini akan dipajang di ruangan mimbar imam selama bulan Ramadhan dan memang untuk diperlihatkan kepada semua warga Makssar. “Buat kami yang terpenting warga tidak mengotori atau membuatnya rusak, ” imbaunya

Menurutnya, sejak datangnya Al Quran ini banyak orang yang begitu antusias membuka lembaran-lembarannya untuk melihat dan membaca secara sepotong-sepotong ayat-ayat yang kebetulan dibukanya. “Mereka datang saat-saat siang dan sore atau malam usai orang shalat, ” sambungnya

Selain koleksi Al Quran yang dipesan khusus sejak tahun 2008 ini, juga didatangkan tempat dan bangku Quran yang terbuat dari kayu jati. “kayu jati memiliki kualitas yang terbaik, karena pembuatnya menjemur kayunya selama tujuh bulan, ” tambahnya. ant/kpo

Puasa Bebas Bau Mulut


ARAH: Menyikat gigi yang benar adalah dimulai dari bawah ke atas yaitu dari gusi ke permukaan gigi atas.

ARAH: Menyikat gigi yang benar adalah dimulai dari bawah ke atas yaitu dari gusi ke permukaan gigi atas.

Kendala bau mulut tak jarang menghinggapi seseorang. Di bulan Ramadhan, seringkali permasalahan itu semakin terasa. Tak adanya aktivitas mengunyah selama 12 jam lebih, membuat bakteri tetap berada disekitar mulut.

Seperti diketahui kegiatan mengunyah akan menyebabkan bersentuhan gigi dan memancing air liur, sehingga bakteri dalam mulut tertelan atau terbawa ke dalam saluran pencernaan.

Sebenarnya, tak sulit mencegah bau mulut yang berlebihan. Kegiatan menyikat gigi secara teratur tetap tidak boleh dilupakan. Berikut beberapa tips agar tetap nyaman beraktivitas selama berpuasa, yaitu :

  • Menghindari atau menghilangkah penyebab bau mulut. Jika menyangkut hal-hal terkait dengan kesehatan berarti memelihara kesehatan dan kebersihan mulut dan gigi serta tubuh secara umum.
  • Selama bulan puasa, saat berbuka dan sahur hindari makanan dan minuman yang memang beraroma kuat serta tahan lama seperti durian, petai dan jengkol.
  • Kegiatan menyikat gigi setelah buka puasa atau menjelang tidur serta sehabis sahur.
  • Batasi konsumsi gula berlebih, karena dapat menjadi pencetus timbulnya masalah seperti gigi berlubang, gangguan pada jaringan lunak karena materi sisi makanan yang dapat menempel pada mukosa mulut.
  • Pilih buah-buahan berserat tinggi seperti buah segar yaitu apel, nanas, pir dan jeruk.

Jika gangguan tetap timbul, hendaknya konsultasikan kondisi sistemik lainnya seperti gangguan pencernaan atau gangguan lambung dengan dokter.

Jamu Jilbab


Begitu banyak aktivitas ekonomi dhuafa di sekitar kita. Tapi terbayangkah jika seorang wanita harus berjalan kaki selama sekitar empat jam seorang diri, setiap hari. Belum lagi dengan ancaman pelecehan seksual yang mungkin terjadi.

Seperti itulah seorang penjual jamu gendong keliling di kawasan Jakarta Selatan. Berikut penuturannya kepada Eramuslim, termasuk kenapa ia mengenakan jilbab.

Nama Mbak?
Lestari

Sudah berapa lama Mbak berjualan jamu gendong?
Sejak saya lulus SMP

Usia Mbak sekarang berapa?
Sembilan belas tahun.

Kenapa memilih dagang jamu daripada nerusin sekolah?
Ya nggak ada biaya. Sebenarnya sih saya pingin sekolah lagi. Karena nggak ada biaya, biar adik saya saja yang terus sekolah.

Adik Mbak ada berapa?
Satu

Sekarang sekolah di mana?
SMP di kampung.

Kampungnya di mana?
Boyolali.

Di Jakarta Mbak tinggal di mana?
Di Tanah Kusir sama Mas (kakak, red).

Tiap hari Mbak dagang jamu?
Ya. Kecuali Minggu, dagangnya sore.

Dari jam berapa Mbak keluar rumah?
Dari jam tujuh pagi sampai jam sebelas siang.

Dari Tanah Kusir sampai ke Pondok Indah sini naik apa?
Jalan kaki. Saya biasa keliling ke pelanggan ya dengan jalan kaki.

Berapa penghasilan per harinya Mbak?
Lima puluh ribu.

Anak Mbak berapa?
Saya belum menikah.

Sejak kapan Mbak pakai jilbab?
Baru. Sejak bulan Ramadhan kemarin.

Kenapa Mbak pakai jilbab?
Karena dalam Surah Al-Ahzab, Allah memerintahkan wanita muslimah untuk memakai jilbab supaya tidak diganggu.

Memangnya sering diganggu, Mbak?
Waduh, sering. Tapi alhamdulillah, sejak pakai jilbab sudah tidak lagi. Paling-paling, mereka menggoda saya dengan salamu’alaikum. (eramuslim.com)

Merawat Utang


merawat_utangUtang buat keluarga kadang mirip jamur. Tidak diharapkan tumbuh, tapi bisa muncul tiba-tiba. Bedanya, jamur tumbuh di tempat basah; tapi utang muncul di saat ‘kering’.

Kehidupan keluarga memang tak bisa lepas dengan persoalan uang. Makin dinamis sebuah keluarga, pergelutan dengan uang kian sengit. Di situlah persoalan mulai muncul. Karena tidak semua keluarga selalu ‘standby’ dengan yang namanya uang.

Pertanyaan berikutnya mulai membayang: mengurangi dinamisasi keluarga, atau cari pancuran baru agar uang tetap mengalir. Kalau pilihan pertama diambil, gerak keluarga jadi lambat. Tapi, jika yang kedua dipilih, jalan yang bisa diambil cuma satu: pinjam uang alias utang.

Masalahnya, tidak semua petinggi keluarga mampu menerjemahkan kata dinamika. Dinamika bukan lagi sebagai proses pengembangan dan investasi. Tapi menjadi gaya hidup. Dan ujung dari gaya hidup cuma satu: konsumerisme. Setidaknya, hal itulah yang kini dialami Pak Mul.

Bapak dua anak ini memang wajar kalau bingung. Pasalnya, pengeluaran rumah tangganya sering lebih besar dari pemasukan. Dari dua belas bulan, tidak separuhnya yang bisa impas. Selalu kurang. Dan bingung Pak Mul, justru berada pada posisi puncak ketika hari gajian datang. Aneh kan?

Buat orang kebanyakan, hari gajian bisa dibilang saat yang paling membahagiakan. Wajar. Karena di situlah segala kesulitan terpecahkan: bayaran sekolah anak-anak, belanja dapur, biaya listrik, telepon, ongkos mondar-mandir, dan mungkin sedikit utang.

Namun buat Pak Mul, justru pembayaran terakhirlah yang menyedot kebahagiaan hari gajian. Entah kenapa, anggaran utang bagi Pak Mul selalu di urutan tiga besar: belanja dapur, ongkos, utang. Apa gaji Pak Mul tergolong sangat kecil?

Kalau menggunakan ukuran UMR atau upah terkecil daerah setempat, bisa dibilang gaji Pak Mul lumayan besar. Berkisar antara dua koma delapan hingga tiga juta rupiah. Tergolong cukup buat keluarga beranak dua. Apalagi, baru satu anaknya yang sekolah. Itu pun di bangku TK. Biaya rutinnya biasa seperti keluarga lain: dapur, ongkos, listrik, susu anak-anak, dan kontrak rumah. Memang ada satu yang terpisah, yaitu telepon. Pasalnya, Pak Mul dan isteri menggunakan hand-phone.

Lalu, pengeluaran mana yang selalu menghasilkan utang? Itulah yang sering membingungkan Pak Mul. Yang jelas, isterinya selalu memberi laporan minus di akhir bulan. Kadang sepuluh, dua puluh, bahkan bisa tiga puluh persen dari gaji per bulan.

Pak Mul tidak pernah buruk sangka dengan isteri tercinta. Tidak pernah terpikir kalau isterinya bikin laporan palsu. Justru, ia kerap mengoreksi diri. Ia jadi kasihan sama isteri dan anak-anaknya. Memang, gaji segitu masih jauh dari layak buat keluarga di kota besar. Jangankan mikirin sekolah top buat anak-anak di tahun depan, buat hidup normal saja bingung seperti ini.

Di tiap gajian itulah, Pak Mul menyimpan bingungnya buat dirinya sendiri. Ia tidak ingin isterinya yang sudah repot-repot ngatur anggaran, mesti ikut mikirin uang tambahan. Pokoknya, kalau ada yang kurang, jawaban buat isteri Pak Mul cuma satu: diganti. Lha, Pak Mul dapat duit darimana? Soal itu pun jawabannya juga cuma satu: utang.

Ada beberapa sumber yang bisa digali Pak Mul. Bisa ke kantor, teman dekat, kakak atau adik, bahkan tetangga. Ketika pinjam uang itulah, Pak Mul memohon agar tidak disampaikan ke isterinya. Sekali lagi, karena kasihan. Yang diketahui isterinya, Pak Mul menutup kekurangan itu dari penghasilan tambahan. Bisa ngajar privat, minta lembur kantor; bahkan, dan inilah yang tidak pernah diketahui orang banyak termasuk isterinya: ngojek motor. Yang penting halal dan bermartabat.

Model pinjaman Pak Mul sudah membentuk lingkaran. Dari kantor buat bayar teman dekat. Dari teman dekat buat bayar kakak. Dan seterusnya. Orang biasa menyebut: gali lubang, tutup lubang, dan gali lagi. Bahkan pernah, Pak Mul lebih banyak menggali daripada menutup. Tapi syukurnya, bapak yang lebih banyak senyum dari marahnya ini tidak pernah kecebur lubang.

Seorang teman Pak Mul pernah ngasih nasihat. Isinya, Pak Mul diminta menanyakan ke isteri soal pengeluaran yang selalu kurang. Ketika Pak Mul menjawab kasihan; sang teman menambahkan, bisa jadi ada porsi pengeluaran yang kurang wajar. Kurang wajar? Ah, penghasilan saya yang kurang wajar! Jawab hati Pak Mul, prihatin.

Nasihat apa pun kalau sudah berurusan uang dan isteri, Pak Mul cuma bisa ngelus dada. Kadang ia menangis ketika menyaksikan isterinya sibuk seharian di rumah: belanja, masak, nyuci baju, ngurus rumah, mendidik anak. Tanpa pembantu. Apalagi baby sitter.

Ingin rasanya ia bisa berangkat kerja tidak terlalu pagi, dan pulang ke rumah tidak terlalu malam. Agar, bisa bantu meringankan kerjaan isteri. Dan kalau pun libur, waktunya nyaris habis buat kegiatan sosial. Ada pengajian, rapat organisasi, kerja bakti, bakti sosial, dan lain-lain. Hanya nyuci baju yang berhasil ia lakukan selama seminggu sekali.

Minggu pagi itu begitu cerah ketika isteri Pak Mul mengajak bicara. “Saya mau kerja, Mas,” ujarnya singkat. Mendengar itu, Pak Mul trenyuh. Air matanya nyaris menitik.

Hati-hati, Pak Mul berujar, “Apa kamu tidak capek, Dik?” Isterinya tampak senyum. “Kita bisa cari pembantu, Mas. Buat ngurus rumah dan anak-anak.” Pak Mul mulai menunduk. “Ada satu lagi, Mas, kenapa saya ingin kerja,” ucap sang isteri. “Apa, Dik?” tanya Pak Mul kian prihatin. “Supaya saya bisa punya slip gaji. Soalnya, saya ingin sekali bikin kartu kredit. Supaya belanja apa saja nggak repot-repot!”

Mendengar itu, Pak Mul diam seribu bahasa. Ia bingung, harus nangis atau kembali bingung.

eramuslim.com