Dagelan Penggerebegan Teroris Solo, Ada Apa?


Dagelan Penggerebegan Teroris Solo, Ada Apa?

BEBERAPA hari terakhir masyarakat kembali dikejutkan oleh operasi penangkapan dan penembakan teroris. Pekan lalu, belasan orang ditangkap di kawasan Pejaten, yang hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari markas Badan Intelijen Negara (BIN).

Rabu siang lalu (12/5) sekelompok orang ditangkap di Cikampek, Jawa Barat, dan menewaskan dua orang di antara mereka. Beberapa jam kemudian, tiga tersangka teroris juga diterjang timah panas polisi dan tewas saat turun dari taksi di keramaian jalan Sutoyo Siswomihardjo, kawasan Cililitan, Jakarta Selatan. Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

AS Mencari Musuh Baru


AS Mencari Musuh Baru

 

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) tanpa berunding dengan Kongres telah menciptakan musuh bayangan dan menetapkan program perang jangka panjang dengan memprediksikan instabilitas keamanan selama 50-80 tahun dari Eropa hingga Asia Selatan.

Berdasarkan laporan alternet, ada dana besar yang harus dikeluarkan untuk doktrin perang 80 tahun. Menurut salah satu arsitek perang AS, perang di Irak, Afghanistan dan Pakistan adalah bagian kecil dari program ini.

Namun yang pasti, 20 presiden mendatang AS pasti disibukkan dengan upaya untuk menjalankan program ini.

David Kilcullen yang saat ini menjabat komandan pusat militer AS di Timur Tengah dan Asia Selatan terkait hal ini mengatakan, pengertian soal program ini adalah hal yang dibuat-buat oleh kelompok kecil dengan memanfaatkan pengaruhnya sehingga mereka berhasil menyisipkan istilah ini dalam laporan Pentagon tahun 2006.

Menurut situs ini, untuk pertama kalinya pada tahun 2004 istilah perang berkepanjangan dicetuskan John Philip Abizaid, komandan militar AS di Timur Tengah saat itu.

Para pengamat menyatakan, strategi perang berkepanjangan harus dikaji secara serius di Kongres sehingga menjadi jelas siapa sebenarnya musuh bayangan yang dimaksud. (mj/ir)